CDC | Itenas



Dalam pendidikan kita sering mengenal kepintaran seseorang biasanya dilihat dari segi otaknya yang mampu menguasai banyak materi dengan cepat. Namun dalam kehidupan yang sebenarnya selain dibutuhkan kepintaran otak kita juga di tuntut untuk dapat bersosialisasi dengan baik, mampu mngenali diri sendiri, berpikir kritis, dan presentasi atau berbicara di depan umum. Yang disebut penguasaan materi disebut hard skill, dan kemampuan bersosialisasi, berpikir kritis, dan lain-lain itu disebut soft skill.

Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah membulatkan tekad karena jika Anda punya impian tanpa tekad atau komitmen dalam hidup Anda, Anda tidak akan pernah menggapai impian tersebut. Bertekadlah untuk kesuksesan Anda untuk fokus terhadap apa yang Anda inginkan.

Yang kedua adalah Anda harus mengetahui peluang dan tantangan yang akan Anda hadapi. Peluang adalah suatu permasalahan yang bernilai positif begitupun sebuah tantangan adalah kebalikan dari peluang. Cobalah untuk memilah peluang dan menaklukan tantangan untuk mencapai kesuksesan, karena jika Anda pandai memilah peluang dan tantangan itu akan mempercepat Anda meraih kesuksesan Anda. Taklukanlah tantangan maka Anda akan tahu begitu hebatnya Anda. Namun usaha ini harus di lakukan bersamaan dengan pengenalan diri, ini akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan Anda karena jika Anda tidak mengenal diri sendiri Anda tidak akan pernah menemukan peluang untuk Anda maju menuju kesuksesan yang Anda inginkan. Setelah itu Anda harus menjadi pribadi yang terbuka kepada orang lain dengan cara membuka diri dan meminta masukan dari orang lain. Selain itu ada yang di sebut S.W.O.T, yaitu Strenght/kekuatan, Weakness/kelemahan, Opportunity/kesempatan, dan Threath/tantangan. Andapun harus memilah swot tersebut dan Anda tuliskan di kertas agar anda termotivasi untuk menghilangkan kebiasaan yang ada pada hal weakness/kelemahan untuk di jadikan strenght/kekuatan Anda untuk mencapai kesuksesan.

Yang ke tiga adalah motivasi semua yang sudan Anda lakukan diatas tidak akan berhasil juga tanpa adanya motivasi yang kuat dalam diri anda. Dalam kehidupan motivasi itu sangat penting, jika Anda tidak mempunyai motivasi maka dalam keadaan terpuruk Anda tidak akan pernah bisa bangkit. Motivasi bisa didapat dari diri sendiri dan orang lain yang biasa disebut motivator. Orang yang sukses dalam masa lalunya pasti pernah mengalami keadaan “jatuh bangun”, seseorang yang mempunyai motivasi yang kuat tidak pernah berpikir berapa kali ia gagal, tapi berapa kali ia bangkit dari keterpurukan. Beberapa tokoh di Indonesia yang mempunyai motivasi dan tekad yang kuat antara lain Udjo Ngelegana, Ciputra, Jendral Soedirman, Iwan fals, dan Chairul Tanjung. Impian juga salah satu dari kesusesan, karena dengan Anda bermimpi, dan termotivasi Anda akan mempunyai target untuk dicapai. Target itu akan mengantarkan Anda pada pembelajaran yang terfokus pada suatu bidang yang menjadi target anda sukses, dan jika Anda mempunyai target dan motivasi yang kuat Anda akan mudah untuk mencapai impian Anda, namun impian itu harus rasional. Motivasi suatu saat akan habis dengan sendirinya apabila tidak kita perbaharui, caranya adalah kita harus berinisiatif dan berprestasi. Maksudnya adalah dengan cara achievement drive, inisiatif, dan berpikir optimis.

Yang ke empat adalah Anda harus punya strategi belajar salah satu fungsi dari mengenali diri sendiri ada juga disini, yaitu Anda harus mengenali gaya belajar anda agar mencapai hasil yang maksimal dan belajarpun menjadi efektif. Ada 3 gaya belajar Visual, Auditory, dan Kinestetik. Visual adalah gaya belajar yang efektif jika mengandalkan indra pengelihatan, seperti lebih baik belajar dengan melihat daripada mendengar, rapi, membacanya cepat, mementingkan penampilan, lebih suka seni visual daripada musik, dan lain-lain. Auditory adalah gaya belajar yang efektif apabila ia belajar dengan cara mendengar. Dan yang terakhir adalah gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar yang efektif jika ia mempraktekan apa yang ia pelajari, sebagai contoh orang yang bergaya kinestetik tidak betah duduk lama, menanggapi perhatian fisik, selalu bergerak, senag berolah raga, menggunakan jari untuk membaca dan lain-lain. Selain itu anda juga harus banyak membaca untuk menemukan informasi yang sangat banyak sesuai dengan perkembangan zaman. Ada beberapa teknik membaca efektif diantaranya SQ3R, scanning, dan simming. SQ3R adalah singkatan dari Survey/pandangan umum, Question/bertanya, Read/membaca, Recite/resitasi, dan Review. Cara ini cukup efektif untuk mahasiswa mendapatkan informasi dari buku, media cetak, dan media elektronik. Membuat catatan juga penting bagi seorang pelajar untuk menyimpan data yang disampaikan oleh dosen ketika mengajar di kelas, karena jika tidak mencatat biasanya Anda akan mudah lupa apa yang di sampaikan oleh dosen. Keuntungannya adalah meningkatkann daya ingat Anda, dan memelihara konsentrasi. Bila perlu Anda membuat mind map agar Anda dapat belajar lebih efektif lagi. Dalam mencatat adapula teknik-tekniknya, yang pertama adalah teknik cornell dalam teknik cornell ada 7 langkah yang biasa di sebut 7R yaitu Ready to write/persiapan, Record/mencatat, Reduce/menyimpulkan, Recall/menuliskan yang penting, Recite/menceritakan, Reflect/membayangkan, dan Review/mengulang. Dengan memahami dan melakukan ke 7 langkah tersebut maka Anda akan berhasil memahami materi dengan baik, mentransfer ke memori jangka panjang, dan siap untuk ujian. Teknik yang ke dua adalah membuat mind map/peta pikiran fungsi mind map adalah menyimpan informasi, mengorganisasikan informasi, membuat prioritas, belajar memahami informasi dalam konteksnya, melakukan review, mengingat informasi secara lengkap.

Strategi mengelola emosi untuk menghadapi, dan mencapai target Anda pasti akan di hadang oleh tekanan di paragraf ini Anda akan di perkenalkan type-type respon orang yang dapat mengendalikan emosinya dan yang tidak dapat mengendalikan emosinya dan cara agar dapat mengendalikaan emosi Anda. Ada tiga respon yang di kemukakan oleh Paul G Stolt. Yang pertama yaitu Quitter, Quitter adalah kelompok orang yang kurang memiliki tantangan dalam hidupnya, kelompok ini dapat membiarkan kesempatan yang menghampirinya karena kesempatan itu memiliki tantangan dan masalah untuk mencapainya. Yang kedua adalah camper yaitu kelompok yang menyerah di tengah-tengah usahanya karena telah merasa cukup dengan usahanya yang sekarang. Yang ketiga ada climber adalah type kelompok yang gigih dalam usahanya. Tidak mengenal latar belakang serta kemampuan yang mereka miliki, mereka type kelompok yang disiplin tinggi dan calon orang yang sukses di masa depannya. Pola pikir kelompok climber atau yang bisa disebut orang tangguh merasa mampu menguasai kehidupannya, mengetahui cara membangun benteng “daya tahan” terhadap tekanan, bersikap empatik, terampil dalam berkomunikasi, terampil memecahkan masalah, meneteapkan tujuan dan harapan yang realistis, dan belajar dari keberhasilan dan kegagalan.

Dalam sebuah usaha Anda akan mengalami gejala tertekan, gejala ini dapat menggangu usaha Anda. Ada empat gejala tertekan, yang pertama gejala emosi seperti mudah tersinggung, marah, depresi, cemburu, gelisah, menarik diri, hilang percaya diri, dan lain-lain. Yang kedua gejala kognitif yaitu mudah lupa, terpaku, berfantasi, tidak teliti, sulit konsentrasi, kreativitas menurun, dan lain-lain. Gejala fisik dengan ciri-ciri peningkatan detak jantung, kenaikan tekanan darah, tangan berkeringat, pegal otot leher, dada, punggung, sakit kepala sebelah, dan gagap. Yang terakhir adalah gejala perilaku  seperti tingkah laku agresif, pengguna alkohol, teledor, mengigit kuku dan menghisap jempol. Untuk menghadapi gejala-gejala di atas yang pertama emotionalcoping/penanganan emosi, jaringan sosial, asupan nutrisi tidak kurang maupun tidak berlebihan, aktivitas fisik seperti perbanyak olahraga, self massage, berbicara positif karena otak seringkali lebih merespon hal-hal negatif di sebabkan jika mendengar kata-kata negatif maka otak akan merespon rasa penasaran.

Yang terakhir adalah susun rencana keberhasilan seperti membuat agenda kerja, menyusun secara smart.  Manfaatnya adalah kejelasan langkah untuk mencapai target, pengambilan keputusan efektif, dan fokus pada tujuan. Penyusunan secara smart, smart adalah singkatan dari Spesific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time bound. Jika Anda dapat melakukan semua kegiatan di atas maka Anda akan dengan mudahnya menggapai impian Anda, semoga sukses pada target Anda, dan salam mahasiswa.

(Rahmat Kurniawan/12-1013-104)

Categories: News